Penulisan Resume – 16 Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

Penulisan Resume – Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya.Membuat resume atau CV adalah hal utama yang dilakukan sebelum memulai pencarian kerja, tetapi merupakan sesuatu yang kebanyakan dari kita benci melakukannya.

Sayangnya, sangat sedikit orang yang mahir menampilkan diri mereka sebaik mungkin dan ini bisa berarti lamaran mereka ditolak pada tahap awal.

 

kesalahan penulisan resume

Kesalahan Umum Penulisan Resume

Beberapa Kesalahan dalam penulisan resume diantaranya

1. Mengirimkan Resume Yang Sama

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan kebanyakan orang adalah mengirimkan resume yang sama untuk setiap lamaran.

Ini adalah kesalahan besar – Anda telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan detail dan tata letak yang tepat, atau mungkin Anda telah membayar sejumlah besar uang untuk meminta seseorang menulisnya secara profesional.

Masalahnya adalah, setiap resume perlu disesuaikan dengan pekerjaan yang bersangkutan, dan sangat penting bagi Anda untuk melakukan ini jika Anda ingin menonjol dari yang lain.

Apa yang dimaksud dengan menyesuaikan resume? Ini berarti menulisnya secara khusus untuk jabatan yang Anda targetkan. Untuk melakukan ini, Anda harus mengenali kata kunci yang akan dicari oleh pemberi kerja dan menghubungkannya dengan pengalaman Anda sendiri.

2. Kesalahan Kata kunci

Kata kunci akan ditemukan dalam deskripsi pekerjaan dan spesifikasi orang, atau dalam iklan lowongan kerja dan di situs web perusahaan. Kata kunci tersebut menggambarkan keterampilan, kualifikasi dan pengalaman yang dibutuhkan untuk jabatan tersebut.

Kata kunci harus menonjol pada resume Anda – jangan lupa bahwa pada tahap awal proses seleksi, resume biasanya hanya dilihat sekilas selama 20 detik. Jadi, jika pewawancara tidak melihat apa yang dia cari, resume Anda mungkin tidak dilirik.

Berikut ini contoh : katakanlah Anda adalah seorang sekretaris yang menguasai beberapa bahasa dan dapat menggunakan obrolan pendek dalam semua bahasa tersebut, tetapi Anda melamar pekerjaan di kantor yang hanya menggunakan komputer untuk setiap pekerjaan.

Bahasa dan orbolan pendek, meskipun mengesankan, tidak akan menjadi keterampilan yang paling menonjol pada resume Anda. Sebaliknya, Anda akan fokus pada keterampilan yang dibutuhkan, yang mungkin berupa pengetikan cepat, Excel atau Powerpoint tingkat lanjut.

Kemampuan Bahasa bisa disebutkan secara singkat, mungkin di bawah “Keterampilan Tambahan”.

Singkatnya, buatlah resume secara sendiri-sendiri untuk setiap pekerjaan yang bersangkutan, pilihlah format yang paling cocok untuk situasi tersebut dan ingat: kata kunci harus muncul pada dalam 20 detik pertama.

3. Kesalahan Ejaan dan Tata Bahasa Yang Buruk

Entah Anda mengoreksinya sendiri, atau meminta orang lain untuk mengoreksinya, memeriksa CV Anda dari awal hingga akhir bisa menjadi pembeda antara diterima dan ditolak.

Kesalahan ejaan masih sangat umum, tidak peduli berapa kali seseorang diberitahu, Hal terbaik untuk dilakukan adalah mencetaknya dan membacanya sebelum mengirim. Kebanyakan orang akan selalu melihat dan membaca lagi ketika dicetak.

4. Melebih-lebihkan kebenaran

Menulis bahwa Anda ahli dalam Microsoft Excel mungkin tampak seperti ide yang bagus pada saat itu, tetapi ketika Anda mendapatkan pekerjaan dan diminta untuk melakukan V-lookup tingkat lanjut, dan furmula yang kompleks Anda mungkin akan menyesali keputusan Anda.

Sangat bagus jika Anda percaya diri dan yakin tentang siapa Anda serta apa yang Anda kuasai, tetapi jangan berbohong atau berlebihan.

Sarannya? Bersikaplah jujur tentang apa yang Anda ketahui dan apa yang masih ingin Anda pelajari. Jangan lupa bahwa keterampilan selalu bisa dipelajari.

5. Pengalaman kerja yang tidak terkait

Saat menulis resume, cantumkan pengalaman kerja dan keterampilan yang kuantitatif dan secara spesifik terkait dengan posisi yang Anda lamar. Pengalaman kerja Anda harus menunjukkan keahlian dan prestasi Anda yang bisa dilihat oleh HRD yang akan membawa Anda ke perusahaan mereka.

Jika pengalaman Anda tampak tidak terkait, Anda dapat mempertimbangkan untuk mencantumkankannya asalkan masih bisa relevan.

Misalnya, jika Anda melamar untuk posisi Customer Service, tetapi pengalaman Anda terbatas pada bekerja sebagai kasir, daripada mencantumkan detail tentang menjalankan kasir, Anda mungkin bisa menjelaskan bagaimana Anda berinteraksi dengan pelanggan dan membantunya.

6. Tidak memberikan detail yang cukup

Biasanya, ketika pengalaman profesional dicantumkan pada resume, akan menyertakan tiga hingga lima detail yang menunjukkan bagaimana Anda sukses dalam posisi terakhir tersebut.

Memasukkan detail yang kurang bisa menyebabkan calon atasan melihat resume Anda memiliki detail yang tidak jelas, mungkin mereka bisa tidak yakin apakah Anda cocok untuk perusahaan mereka.

Pertimbangkan kata-kata Anda, karena menggunakan kata yang tepat dan menunjukkan apa yang telah Anda capai bisa membantu memastikan Anda memberikan informasi yang cukup tentang keahlian Anda.

7. Tidak ada referensi atau terlalu banyak referensi

Menghilangkan referensi profesional Anda berpotensi menyebabkan pemberi kerja melewatkan lamaran kerja Anda, tapi memiliki terlalu banyak referensi juga bisa berdampak pada bagaimana pemberi kerja memandang lamaran kerja Anda.

Biasanya, sebagian besar perusahaan akan mencari dua hingga tiga referensi profesional. Selain menyertakan jumlah referensi yang sesuai, pastikan koneksi Anda adalah individu yang pernah berinteraksi dengan Anda dalam lingkungan profesional.

Anda bisa menyertakan kolega, supervisor, atau klien di masa lalu yang bisa memberikan umpan balik positif tentang etos kerja Anda atau informasi lain jika calon pemberi kerja Anda menghubungi mereka.

Selain itu, hindari menggunakan keluarga atau kenalan pribadi sebagai referensi profesional Anda. Demikian pula, jika Anda meninggalkan bagian referensi, hindari menyatakan bahwa Anda akan memberikannya jika diminta. Pernyataan ini bisa tampak berlebihan bagi calon pemberi kerja.

8. Keterampilan yang tidak relevan dengan peran pekerjaan

Sama seperti mencantumkan pengalaman kerja yang tidak terkait, mencantumkan keterampilan yang tidak relevan dengan pekerjaan dapat mengakibatkan manajer perekrutan mengabaikan lamaran Anda.

Anda bisa menghindari kesalahan ini dengan mencantumkan keterampilan Anda yang bisa langsung diterapkan pada pekerjaan.

Misalnya, jika Anda memiliki keahlian komputer yang bisa diterapkan pada pekerjaan entri data, Anda bisa menegaskannya dalam resume Anda.

Sebaliknya, jika Anda memiliki keterampilan layanan CS tetapi Anda melamar untuk bagian produksi di mana keterampilan Anda sebelumnya tidak relevan dan digunakan, Anda sebaiknya tidak menegaskan keterampilan tersebut.

9. Informasi kontak yang sudah usang atau hilang

Pastikan semua informasi kontak Anda sudah diperbarui. Nomor telepon Anda harus bisa dihubungi, dan alamat Anda haruslah tempat tinggal Anda saat ini.

Jika Anda memeriksa kembali resume sebelumnya setelah beberapa waktu, pastikan Anda memperbarui informasi kontak Anda untuk merefleksikan perubahan apa pun yang telah Anda lakukan sejak pindah atau berganti operator ponsel.

10. Menjelaskan tugas pekerjaan ketimbang pencapaian profesional

Tugas pekerjaan dapat dibagi kedalam bidang-bidang terkait, tetapi prestasi Anda adalah upaya profesional yang dapat memungkinkan pemberi kerja melihat bagaimana Anda akan bermanfaat bagi perusahaan mereka,

Serta seberapa berdedikasi Anda terhadap pekerjaan Anda. Setelah Anda menyertakan tugas atau pekerjaan yang spesifik dan relevan yang menjadi tanggung jawab Anda,

Hubungkan detail tersebut dengan pencapaian yang dapat menunjukkan kepada manajer perekrutan, bagaimana kinerja kerja Anda secara langsung sehingga memengaruhi dan memberi manfaat bagi atasan Anda sebelumnya.

11. Resume terlalu panjang atau terlalu pendek

Resume pada umumnya hanya terdiri dari satu atau dua halaman, jadi, jika terlalu pendek atau panjang, bisa berdampak negatif pada bagaimana calon pemberi kerja memandang Anda.

Jika Anda memiliki riwayat kerja yang banyak, Anda mungkin bisa memformatnya dalam dua halaman atau kurang,

tapi jika Anda adalah lulusan baru atau memiliki pengalaman yang terbatas, akan lebih efektif jika Anda tetap menggunakan satu halaman untuk resume Anda.

12. Kesalahan tata bahasa dan format

Sangat penting untuk memindai dan mengoreksi kesalahan ejaan, tata bahasa atau tanda baca sebelum mengirimkan resume Anda.

Demikian juga, Anda mungkin ingin memastikan bahwa Anda telah memformat resume Anda secara profesional dengan garis-garis yang bersih dan font yang jelas dan mudah dibaca, serta memastikan Anda tidak membuat resume Anda terlalu rumit.

Anda juga bisa menghindari warna-warna cerah yang bisa mengalihkan fokus dari konten di resume Anda.

Pertimbangkan font dasar seperti Times New Roman atau Arial, dan tetap gunakan tinta hitam. Pemeriksa tata bahasa bisa membantu memastikan resume Anda siap dikirimkan.

13. Menggunakan alamat email yang tidak profesional

Gunakan alamat email yang terlihat profesional, seperti alamat email dengan nama depan dan belakang Anda atau variasinya.

Alamat email yang tidak profesional bisa sangat tidak pantas jika mengandung kata yang tidak senonoh atau provokatif.

Jika Anda belum menyiapkan alamat email yang terlihat profesional, Anda harus mempertimbangkan untuk membuatnya supaya lamaran kerja Anda lebih baik.

Ketika Anda menyertakan alamat email yang profesional, resume Anda akan tampak formal dan profesional.

14. Menyertakan permintaan gaji

Anda mungkin mencari gaji minimum tertentu, namun, menyertakan detail ini dalam resume Anda mungkin bukan pilihan yang efektif.

Melakukan hal ini bisa berpotensi tidak menarik pemberi kerja, terutama jika mereka tidak bisa menawarkan jumlah yang Anda cari.

Cara paling efektif untuk menghindari kesalahan ini adalah dengan tidak mencantumkannya sama sekali dalam resume Anda.

Gaji sering didiskusikan selama wawancara atau dalam surat lamaran, jadi bisa jadi ide yang bagus jika menghilangkan permintaan gaji pada resume Anda.

15. Terlalu banyak menggunakan kosakata atau jargon

Sama seperti memberikan daftar pengalaman kerja dan keterampilan yang tak ada habisnya bisa menjadi berlebihan dan berisiko kehilangan perhatian pemberi kerja,

menggunakan jargon atau kosakata yang berulang-ulang berpotensi mengurangi informasi yang Anda coba jelaskan.

Tetaplah menggunakan kata-kata yang dapat ditindaklanjuti yang dapat menunjukkan kepada pemberi kerja apa yang Anda maksudkan,

dan hindari menggunakan frasa klise dan kosakata usang yang dapat menghilangkan fokus pada bagaimana Anda bisa cocok dengan pekerjaan yang Anda lamar.

16. Mencantumkan hobi yang tidak berhubungan dengan pekerjaan

Jika hobi Anda bisa dikaitkan dengan pekerjaan, seperti berpartisipasi dalam acara penggalangan dana untuk organisasi nirlaba, Anda mungkin bisa menyertakan bagian ini.

Namun, jika hobi Anda adalah bermain golf di akhir pekan, Anda bisa mempertimbangkan untuk menghindari mencantumkan hobi tersebut.

Kecuali jika minat pribadi Anda berhubungan dan bermanfaat bagi pekerjaan Anda, tapi ada baiknya untuk tidak mencantumkannya.

Sebagian besar tulisan bersumber dari referensi : 15 Resume Mistakes and How To Avoid Them

Mungkin Anda juga menyukai