Mana Yang Terbaik Penyimpanan SSD, HDD, SSHD atau NVME 

Mana Yang Lebih Baik Penyimpanan SSD, HDD, SSHD atau NVME. Salah satu kemampuan komputer yang paling signifikan adalah bahwa komputer mampu menyimpan data dalam jumlah yang besar serta dapat diandalkan.  

Awalnya, teknologi penyimpanan data dimulai dengan punch card namun kini teknologi ini telah berkembang pesat. 

Selain itu kemampuan dan kapasitas tekhnologi penyimpanan juga mengalami peningkatan yang pada masa awal hanya puluhan Kilo byte (KB),  

menjadi Mega Byte (MB), berkembang lagi menjadi Giga Byte (GB), Terra byte (TB), Petta byte (PB) dan yang terbesar atalah Exabyte. 

Namun pada umumnya pengguna komputer hanya memerlukan penyimpanan antara ratusan Gigabyte sampai puluhan Terrabyte saja. 

Penyimpanan SSD, HDD, SSHD atau NVME

ssd nvme

Macam-macam media penyimpanan komputer mulai dari punch card, kaset pita, optical drive (CD/DVD) dan lain sebagainya.

seiring berkembangnya jaman penyimpanan pada perangkat elektronik seperti komputer maupun laptop terus mengalami perkembangan umumnya sekarang perangkat tersebut menggunakan HDD, SSHD, maupun SSD.

Apa itu HDD? 

Hard Disk Drive atau HDD adalah perangkat penyimpanan standar yang digunakan pada sebuah komputer. Perangkat ini menggunakan teknologi elektromekanis untuk penyimpanan dan pengambilan data. 

HDD dilengkapi dengan piringan yang berputar di dalamnya, di mana data disimpan secara magnetis. 

Apa itu SSHD? 

SSHD adalah singkatan dari solid-state hybrid drive. Disebut juga sebagai hard drive hybrid.  

SSHD adalah sebuah perangkat penyimpanan yang menawarkan penyimpanan flash memory dan HDD ke dalam sebuah drive tunggal.  

SSHD dilengkapi dengan penyimpanan solid-state, selain itu perangkat ini juga menggunakan teknologi HDD sebagai salah satu solusi untuk memberikan ruang penyimpanan ekstra. 

Cara kerja SSHD adalah dengan melakukan caching file pada file yang sering digunakan ke penyimpanan flash, 

sementara file yang jarang digunakan tetap disimpan pada media penyimpanan cakram (seperti HDD). 

Maksudnya, performa drive SSHD pada awalnya sama dengan HDD, tetapi saat drive mengetahui file mana yang paling sering digunakan 

kemudian melakukan Caching pada file yang sering digunakan tersebut ke dalam memori flash yang memiliki performa seperti SSD. 

Apa itu SSD ? 

Solid State Drive atau SSD adalah jenis perangkat penyimpanan yang menyimpan data pada memori flash. 

terdiri dari sejumlah blok memori individual yang menyimpan bit dan dapat diakses secara instan oleh kontroler. 

Ketika seseorang menyebutkan SSD, umumnya yang dimaksud adalah SSD SATA. SATA adalah singkatan dari Serial Advanced Technology Attachment. 

Apa itu SSD NVMe? 

Non-Volatile Memory Express atau disingkat NVMe adalah solid state drive yang menggunakan faktor dengan bentuk M.2 (socket M.2) untuk terhubung ke motherboard, 

Selain itu, SSD ini menggunakan antarmuka PCIe (Peripheral Component Interconnect Express), yang menawarkan cara transfer data yang jauh lebih efisien. 

Perbedaan SSD, HDD, SSHD dan SSD NVMe 

ssd sata

Pada akhir tahun 2000-an, ketika Anda membeli hard disk drive atau PC baru, penyimpanan hard disk yang tersedia terbatas dalam hal ukuran dan kecepatan – mungkin 5.400 atau 7.200 Rotasi Per Menit (RPM). 

Sekarang saat Anda membeli PC baru, Anda mempunyai dua jenis pilihan yang berbeda: yaitu SSD atau HDD. 

Perbedaan utama antara solid state drive (SSD) dan hard disk drive (HDD) adalah bagaimana data disimpan dan diakses.  

HDD menggunakan piringan cakram yang berputar secara mekanis dan sebuah penggerak untuk membaca/menulis data, sedangkan SSD menggunakan chip memori. 

Data ditulis dan dibaca oleh head yang bergerak cepat, mirip dengan cara kerja album piringan hitam. 

Berikut ini perbedaan ketiga opsi penyimpanan tersebut: 

1. Kinerja

Karena HDD menggunakan komponen mekanis, kinerjanya terbatas pada kemampuan mekanis dari cakram yang berputar. SSD mampu mengungguli HDD 7200rpm dengan mudah. 

HDD dan SSHD memberikan kecepatan Baca/Tulis yang tidak terpaut jauh yaitu berkisar 150 MBps, sedangkan SSD dapat mencapai 500 MBps karena menggunakan antarmuka PCIe performa tinggi,  

SSD NVMe dapat mengungguli SSD dengan selisih yang signifikan. Kecepatan Baca/Tulisnya dapat mencapai hingga rata-rata 3500 MBps. 

Dalam hal pengoperasian input/output, HDD tertinggal dengan selisih yang jauh. HDD dapat menangani hingga 100 operasi I/O per detik (IOPS).  

SSHD dapat menangani kurang lebih sekitar 400 operasi I/O per detik (IOPS), SSD dapat menangani lebih banyak lagi, hingga 100.000 IOPS.  

Sementara SDD NVMe dapat menangani hingga 300.000 operasi I/O per detik (IOPS) mengungguli SDD dan HDD. 

2. Harga

HDD memiliki harga yang lebih murah daripada SSD SATA dan SSD NVMe Demikian pula, SSD SATA lebih murah daripada SSD NVMe yang memiliki performa lebih baik.  

Harga HDD dengan kapasitas 2 TB berkisar antara Rp 870.000 rupiah itu sebanding dengan harga SSHD berkapasitas 1TB, SSD SATA 500GB dan SSD NVMe 250GB. 

3. Kemampuan (Reliability)

Soal kehandalah HDD dan SSHD juga setara dan cukup handal bagi pengguna PC pada umumnya, karena mean time between failures (MTBF) sekitar 300.000-1.200.000 jam.  

Tetapi, karena pengoperasian yang non-mekanis dan tingkat keausan yang rendah, SSD dan SSD NVMe jauh lebih andal, dengan MTBF sekitar 1,5 juta jam. 

4. Konsumsi Daya

NVMe adalah pemenang mutlak dalam hal efisiensi daya. Sebagian produsen NVMe menggunakan mode siaga konsumsi daya L1.2, sehingga efisiensi daya meningkat hingga sekitar 25 kali lipat. 

5. Kompatibilitas Perangkat Keras

SSD sudah ada sejak lama oleh karenanya dapat digunakan secara luas pada perangkat PC desktop, Interfacenya juga dikembangkan berdasarkan HDD. 

Namun, meskipun HDD, SSHD dan SSD dapat digunakan secara luas akan tetapi SSD NVMe masih kurang kompatible dengan PC yang digunakan pada umumnya. 

Sebagaimana disinggung di atas, SSD NVMe membutuhkan port M.2 untuk dapat dipasang pada komputer, dan hal ini berbeda dengan port SATA. 

6. Keefektifan Penggunaan

HDD lambat tetapi dapat menyimpan data dalam jumlah besar dengan harga yang murah, SSHD memiliki harga cukup murah  

serta memiliki tekhnologi memori flash, SSD memang cepat tetapi lebih mahal.  

Untuk pengguna komputer tanpa memerlukan kinerja yang tinggi, HDD atau SSHD sudah sangat memadai. 

Namun, jika penggunaannya melebihi penggunaan normal misalnya untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut kinerja tinggi seperti bermain game,  

pengeditan video, dan pengembangan perangkat lunak, sudah tentu SSD adalah pilihan terbaik. 

SSD NVMe paling sempurna untuk digunakan pada saat transfer data dalam jumlah besar secara terus-menerus dari satu perangkat ke perangkat lainnya.  

Hanya dalam kasus tersebut, kemampuan sesungguhnya dari SSD NVMe dapat digunakan secara maksimal. 

Macam-macam Jenis SSD  

Hampir semua pengguna komputer mengetahui tentang hard disk drive (HDD) dan SSD (solid state drive). 

Namun kita perlu mengatahui bahwa SSD juga memiliki berbagai type seperti : 

1. SSD M.2 NVMe 

nvme ssd

Non-Volatile Memory Express atau NVMe, teknologi ini adalah pengembangan dari standar AHCI (Advanced Host Controller Interface) yang membuat kecepatan dan performa SSD NVMe lebih baik dari jenis SSD SATA. 

Banyak produsen SSD yang menggunakan tekhnologi ini seperti Intel, Samsung, Sandisk, Adata, Seagate dan lain lain. 

2. SSD M.2 SATA 

Memiliki bentuk yang ramping dan memanjang layaknya RAM, penyimpanan ini dirancang untuk digunakan pada perangkat laptop ultrabook dan tablet. 

Terkenal dengan kehandalannya dan juga hemat daya, terdapat dua jenis SSD SATA M.2, yaitu M.2 dua sisi dengan ukuran 22 mm x 60 mm dan M.2 satu sisi dengan ukuran 22 mm x 80 mm. 

3. SSD PCIe 

SSD ini menggunakan antarmuka PCIe, perangkat berbasis PCIe dikembangkan oleh PCI Special Interest Group (PCI-SIG). 

Contoh penyimpanan yang menggunakan tekhnologi ini adalah Intel Optane SSD 905P Series. 

4. SSD mSATA 

SSD mSATA memiliki bentuk yang lebih kecil daripada SSD 2.5 inch, penyimpanan ini dirancang untuk  perangkat portabel seperti laptop, tablet, dan netbook. 

Alasannya adalah karena penyimpanan ini hemat daya dan juga lebih kecil sehingga tidak menggunakan banyak ruang. 

5. SSD 2,5 Inch 

ssd 2.5 inch

SSD 2,5 Inch adalah jenis SSD yang paling sering dijumpai saat ini, Memiliki ukuran yang sama dengan HDD pada laptop. 

Anda bisa mencopot HDD tersebut dan menggantinya dengan SSD 2,5 inch untuk meningkatkan performa laptop. 

Berapa lama umur SSD? 

Meskipun benar bahwa SSD memiliki masa pakai yang terbatas hal ini tidak menjadi masalah saat ini,  Secara teori, jika lebih banyak data ditulis ke dalam blok, maka blok akan lebih cepat aus.  

Blok SSD saat ini dapat menangani sekitar 3.000 siklus penulisan, memang tidak terdengar banyak pada awalnya.  

Namun karena adanya penerapan prinsip perataan keausan, SSD mendistribusikan operasi tulis secara merata ke semua blok untuk meminimalkan kerusakan blok dan memperpanjang masa pakai drive. 

Selain itu, SSD modern memiliki blok cadangan yang menggantikan blok mati. Hal ini disebut manajemen blok yang rusak,  

dan itulah sebabnya mengapa semakin besar SSD, semakin panjang umurnya. Jika Anda menulis data ke SSD selama 24 jam penuh, masih butuh waktu puluhan tahun hingga drive tersebut rusak. 

Keamanan dan pemulihan data 

Jika drive Anda rusak, Anda biasa masih dapat memulihkan data di dalamnya. Hal ini berlaku untuk HDD maupun SSD, meskipun terdapat beberapa antara keduanya.  

Mengingat SSD lebih baru banyak layanan pemulihan data mengenakan biaya lebih mahal untuk menanganinya.  

Tetapi karena SSD lebih cepat, data anda mungkin akan dipulihkan lebih cepat dibandingkan dengan HDD. 

SSD menggunakan perintah TRIM untuk menghancurkan data saat file dihapus. Ini adalah cara SSD meratakan keausan di semua sel, tetapi hal ini juga mempersulit pemulihan file yang terhapus. 

Pemulihan data untuk SSD akan lebih baik jika ditangani oleh para profesional yang memiliki peralatan dan perangkat lunak khusus. 

Apa pun jenis penyimpanan yang Anda gunakan, cara terbaik untuk melindungi data Anda adalah dengan melakukan pencadangan  

secara teratur ke perangkat penyimpanan eksternal atau penyimpanan cloud. 

Mungkin Anda juga menyukai