Apa itu The Merge Ethereum, Kapan Tanggal Rilisnya dan Apa Saja Yang Berubah

Apa itu The Merge Ethereum, Kapan Tanggal Rilisnya dan Apa Saja Yang Berubah. Ethereum “The Merge” adalah sebuah langkah yang diambil untuk beralih dari mekanisme konsensus proof-of-work (PoW) Ethereum saat ini ke mekanisme konsensus proof-of-stake (PoS) dengan tujuan untuk meningkatkan kecepatan transaksi dan efisiensi energi. 

Namun, mengubah sistem blockchain terbesar kedua ini menjadi sistem lain memerlukan banyak proses yang sangat kompleks serta berlapis-lapis. Setiap keputusan harus dipertimbangkan secara menyeluruh. 

Apa itu proof-of-stake dan mengapa begitu penting? 

Berbeda dengan proof-of-work, yang mengharuskan para miner untuk berkompetisi demi mendapatkan reward berdasarkan kekuatan komputasi yang dapat mereka peroleh, mekanisme proof-of-stake secara acak akan memilih validator berdasarkan jumlah total dan lamanya mata uang ether (ETH) mereka di-stake. 

Berbeda dengan proof-of-work, validator PoS tidak perlu melakukan penambangan blok untuk menjalankan jaringan. Sebaliknya, validator PoS akan membuat blok baru saat dipilih dan akan memvalidasi blok lain saat tidak dipilih. 

Ketika salah satu validator memvalidasi blok transaksi terbaru, validator lain akan memvalidasi (mengkonfirmasi) bahwa blok tersebut valid. Saat validasi yang dibuat cukup banyak, jaringan akan menambahkan blok baru. 

Reward kemudian dibagikan dalam bentuk ether melalui jaringan secara proporsional kepada setiap stake validator. 

Selain itu, ada juga penalti (slashing) yang dapat menyebabkan validator kehilangan sebagian ETH yang di-staking jika mereka offline (gagal memvalidasi) atau melakukan validasi yang jahat (buruk). 

Terlepas dari banyaknya persyaratan dan kemampuan teknis yang diperlukan untuk menjadi validator, namun siapa pun dapat bergabung jika mereka memenuhi persyaratan minimum memiliki 32 ETH. 

Mereka yang tidak dapat memenuhi persyaratan masih tetap dapat berkontribusi dengan cara men-staking ether mereka dalam sebuah pool (dikelola oleh pihak ketiga) kemudian akan memperoleh sebagian dari reward yang diberikan. 

Baca Juga : 9 Daftar Token DeFi Fundamental Bagus 

Meskipun proof-of-work memang dapat diandalkan dan aman, namun ada beberapa keunggulan lain dari proof-of-stake meliputi: 

  • Tidak diperlukan perangkat keras yang canggih dan mahal seperti mining rig 
  • Penggunaan energi yang jauh lebih efisien, menurut Ethereum Foundation 
  • Risiko sentralisasi jaringan yang lebih rendah, yang merupakan penghalang bagi keamanan jaringan 

Apa itu The Merge Ethereum

Ethereum “The Merge” adalah sebuah langkah yang diambil untuk beralih dari mekanisme konsensus proof-of-work (PoW) Ethereum saat ini ke mekanisme konsensus proof-of-stake (PoS) dengan tujuan untuk meningkatkan kecepatan transaksi dan efisiensi energi. 

PoW vs PoS 

Sebelum membahas lebih jauh tentang apa itu The Merge, merupakan hal yang penting untuk memahami dua mekanisme konsensus kripto ini: 

Proof-of-work (PoW) adalah mekanisme konsensus terdesentralisasi yang mengharuskan anggota jaringan untuk melakukan pemecahan teka-teki matematis yang berubah-ubah demi mencegah pengguna memanipulasi sistem. Cara ini memerlukan banyak listrik. 

Proof-of-stake (PoS) adalah sebuah mekanisme konsensus yang mengharuskan jaringan blockchain menggunakan validator yang me-stake aset kripto mereka sebagai ganti untuk memvalidasi transaksi baru pada blockchain. Nantinya, validator yang terpilih akan memvalidasi blok baru, dan validator lainnya akan membuktikan kebenarannya. Setelah memenuhi ambang validasi tertentu, maka jaringan akan membuat blok baru pada blockchain, dan semua validator yang berpartisipasi akan mendapatkan reward dalam bentuk kripto native di jaringan. Cara ini membutuhkan energi komputasi yang lebih sedikit dan jauh lebih cepat. 

Mengapa ‘The Merge’ Perlu Dilakukan 

the merge seperti apa

Untuk menjelaskan transisi ini, Ethereum Foundation menggunakan analogi dengan menggambarkan Ethereum sebagai pesawat ruang angkasa yang sedang terbang: “Komunitas telah menciptakan sebuah mesin baru dan rangka pesawat yang kokoh.

Setelah melalui berbagai pengujian yang signifikan, akhirnya tiba saatnya untuk mengganti mesin lama dengan mesin yang baru di tengah-tengah penerbangan. Langkah ini nantinya akan mengintegrasikan mesin baru yang lebih efisien ke dalam pesawat tersebut.” 

Lantas apa yang salah dari mesin lama? Mainnet, blockchain yang digunakan sejak awal berdirinya Ethereum pada tahun 2015, menggunakan proof-of-work untuk proses penambahan transaksi baru dan informasi lainnya secara aman.

Mekanisme konsensus proof-of-work membutuhkan komputer yang digunakan untuk menyelesaikan komputasi yang rumit sebelum diizinkan untuk memproses blok baru.

Metode ini, digunakan oleh banyak mata uang kripto termasuk Bitcoin, memang aman, tetapi juga boros energi. Proof-of-work Ethereum mengkonsumsi energi dalam jumlah besar setiap tahunnya, sebanyak yang dikonsumsi oleh beberapa negara dalam jangka waktu yang sama. 

Proof-of-stake adalah alternatif untuk mengurangi konsumsi energi. Alih-alih menghabiskan listrik, sebagai tenaga komputer untuk melakukan komputasi, mereka yang ingin menjadi bagian dari proses verifikasi akan menempatkan mata uang kripto pribadi mereka kedalam sebuah proses yang disebut staking.

Para pengguna ini, yang disebut validator, dipilih secara acak untuk memverifikasi sebuah informasi baru yang akan ditambahkan ke sebuah blok. Mereka akan mendapatkan kripto jika berhasil memverifikasi informasi yang akurat. Jika mereka melakukan tindakan yang abnormal, mereka akan menerima penalti. 

Cara kerja ‘The Merge’ 

Teknologi penting di balik ‘penggabungan’ adalah “Beacon chain”  

– sebuah buku besar (ledger) Proof-of-Stake dari akun-akun yang telah melakukan penambahan dan memverifikasi transaksi yang berbeda dalam Mainnet sejak peluncurannya pada Desember 2020. Ini telah menjalani pengujian, memiliki track record, dan menjadi lebih stabil dengan sendirinya. (Sebagai contoh, kini sudah memiliki lebih dari 400.000 validator). 

Apabila nantinya dilakukan penggabungan, informasi dari Mainnet akan ditransfer ke Beacon chain – yaitu proses pergantian mesin roket di tengah penerbangan dalam bahasa Ethereum. 

Apa yang akan berubah 

Penambangan tidak mungkin lagi dilakukan. Saat Ethereum berpindah dari mining ke staking seperti yang direncanakan, maka tidak akan mungkin lagi untuk memverifikasi transaksi di Mainnet melalui mining. Sebagai gantinya, validator pada Beacon chain akan mengkonfirmasi semua transaksi baru. 

Persentase peredaran koin baru yang masuk ke sirkulasi akan berkurang sekitar 90% karena reward penambangan yang lebih besar daripada reward staking akan berhenti. Energi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan Ethereum juga akan turun. 

Sharding akan dapat dilakukan. Sharding, yaitu membagi proses validasi ke dalam jumlah yang lebih kecil, sehingga memungkinkan jaringan untuk menangani lebih banyak transaksi.

Sharding juga dapat memperbanyak keterlibatan jaringan dengan memungkinkan orang mengoperasikan Ethereum di perangkat kecil, seperti ponsel. Sharding bukan bagian dari ‘the merge’, tetapi akan dipertimbangkan untuk inovasi di masa mendatang. 

perjalanan the merge ethereum

Sejarah “Ethereum Merge” 

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, telah lama mendukung mekanisme konsensus proof-of-stake (PoS). Dibandingkan dengan sistem Proof-of-Work (PoW) Ethereum yang boros energi saat ini, PoS diprediksi akan mengurangi konsumsi energi jaringan setidaknya hingga 99,95%. 

Hal ini akan membuka jalan bagi shard chains pada tahun 2023, yang diharapkan dapat meniadakan kemacetan data, biaya gas (transaksi) yang tinggi, dan mendukung sistem peningkatan generasi berikutnya dari layer 2 scaling. Shard chains menyediakan lapisan penyimpanan ekstra, lebih murah, untuk aplikasi dan rollup untuk menyimpan data, menurut Ethereum Foundation. 

Tidak seperti standar ERC, atau organisasi konvensional yang memberlakukan peraturan dari atas ke bawah, setiap perubahan besar pada protokol inti memerlukan konsensus dari seluruh jaringan node global. 

Karena proses yang dilalui oleh seluruh pembaruan dan solusi Ethereum, beberapa kritikus menyebutnya sebagai penundaan yang tidak semestinya,

pada kenyataannya, konsolidasi jaringan yang melelahkan dan penerapannya dilakukan dengan cermat melalui peningkatan dan percabangan yang stabil dan bertahap di beberapa elemen inti:

Beacon Chain, Merge, dan shard chains. Masing-masing bergantung pada satu sama lain untuk mewujudkan visi penuh untuk Ethereum yang lebih skalabilitas, keamanan, dan keberlanjutan. 

Rentang Waktu Pembaruan dan Fork Ethereum: 

Walaupun ini merupakan proses yang sangat panjang mengingat banyaknya komponen yang berjalan dan besarnya pengaruh terhadap pasar Ethereum, peningkatan kemampuan perangkat lunak ini memerlukan pengujian yang ketat dari komunitas dan pengembang inti untuk mengurangi bug atau kerentanan.

Beberapa pengujian, peningkatan, dan fork penting sejak peluncuran Beacon Chain sebagai bagian dari transisi ke proof-of-stake meliputi: 

‘London’ hard fork (5 Agustus 2021): 

Setelah munculnya Beacon Chain, hard fork “London” sangat berperan dalam menetukan bagaimana penambang berpartisipasi dan memperoleh keuntungan dari Ethereum melalui berbagai perbaikan seperti EIP-1559. 

Altair upgrade (Oct. 27, 2021): 

Ini adalah peningkatan pertama yang dijadwalkan untuk Beacon Chain, Altair upgrade tidak berdampak pada pengguna front-end Ethereum, tetapi mengharuskan operator node untuk meningkatkan versi client mereka.

Node yang tidak melakukan upgrade apa pun akan terancam tidak dapat berpartisipasi dalam jaringan post-Merge dan mungkin dikenakan biaya penalti. 

Arrow Glacier (9 Desember 2021): 

Upgrade jaringan Arrow Glacier memperpanjang tanggal “difficulty bomb” beberapa bulan ke belakang. Itu adalah satu-satunya perubahan yang terjadi dalam peningkatan tersebut. 

Penggabungan Ethereum dengan Kiln testnet (16 Maret 2022): 

Ethereum mencapai tonggak penting pada pertengahan Maret dengan penggabungan testnet Klin. Ini melibatkan penggabungan layer eksekusi proof-of-work dengan Beacon Chain proof-of-stake.

Meskipun penggabungan sebagian besar berhasil, pengembang Tim Beiko menemukan bahwa satu client tidak menghasilkan blok seperti yang diharapkan. 

Penggabungan Ropsten Testnet (8 Juni 2022): 

Ropsten testnet adalah yang pertama dari tiga testnet publik yang berhasil menggabungkan layer eksekusi proof-of-work (PoW) dengan rantai konsensus proof-of-stake (PoS) Beacon Chain. Menurut pengembang Ethereum, ada 99% tingkat partisipasi setelah perbaikan konfigurasi dan reboot.

Terlepas dari beberapa masalah kecil, penggabungan Ropsten ini dianggap sukses besar, dan menandai dimulainya uji coba serupa yang akan berlangsung di testnet Ethereum lainnya menjelang Penggabungan PoS. 

Gray Glacier Upgrade (30 Juni 2022): 

Gray Glacier Upgrade terjadi pada blok 15.050.000 dan membawa perubahan pada parameter difficulty bomb jaringan, mendorongnya kembali sebanyak 700.000 blok, ke suatu waktu di bulan September. Tidak ada perubahan lain yang diumumkan dari Gray Glacier. 

Penggabungan Testnet Sepolia (6 Juli 2022): 

Testnet kedua dari tiga testnet publik, Sepolia, diluncurkan ketika TTD mencapai 17.000.000.000.000.000. Penggabungan terjadi melalui proses dua langkah:

Pertama, operator perlu memperbarui lapisan konsensus dan client layer eksekusi mereka secara bersamaan.

Hal itu kemudian mengaktifkan dua fase lebih lanjut: yang pertama pada ketinggian epoch pada Beacon Chain dan yang kedua setelah mencapai tingkat kesulitan tertinggi pada layer eksekusi. Tidak ada masalah signifikan yang ditemui dan penggabungan dianggap berhasil. 

Mainnet shadow fork 1-9 (mulai 12 April 2022): 

Singkatnya, shadow fork adalah uji coba Penggabungan. Tanpa benar-benar berdampak pada jaringan, mereka mensimulasikan seperti apa peralihan dari PoW ke PoS dengan mengujinya pada sejumlah kecil node jaringan.

Setelah menjalankan shadow fork pada beberapa testnet-nya, pengembang Ethereum mulai menguji pada mainnet Ethereum.

Shadow Fork mainnet, yang mensimulasikan Penggabungan pada jaringan utama Ethereum dengan aktivitas yang tinggi, menguji bagaimana Penggabungan akan bekerja di bawah kondisi yang paling nyata. 

Sebagai contoh, menurut salah satu pengembang Ethereum Foundation, Parithosh Jayanthi, ketika Kiln merge testnet dirancang “untuk memungkinkan komunitas berlatih menjalankan node mereka, menyebarkan kontrak, menguji infrastruktur, dll”.

Shadow fork mainnet mengambil langkah lebih jauh untuk menguji stres jaringan. Diakui oleh Van Der Wijden, ini dicatat sebagai peristiwa bersejarah dan merupakan kunci untuk menentukan waktu penggabungan final. 

Setelah shadow fork diluncurkan, tim pengembang melihat beberapa masalah dengan penyedia sistem perangkat lunak berbasis Ethereum, Nethermind dan Hyperledger Besu, sebuah client Ethereum open-source berbasis Java. 

Secara keseluruhan, sembilan shadow fork mainnet yang sukses dari bulan April hingga Juli 2022 ( direncanakan akan ada lebih banyak lagi) telah membuat para pengembang Ethereum optimis bahwa Penggabungan yang sebenarnya mungkin akhirnya akan segera terjadi. 

Tanggal Peluncuran Ethereum ‘The Merge’ 

Salah satu anggota Ethereum Foundation, Tim Beiko, memperkirakan bahwa peluncuran sementara untuk Ethereum The Merge akan dilakukan pada 19 September,

dimana blockchain smart contract terbesar di dunia ini akan bertransisi dari mekanisme konsensus proof-of-work yang boros energi ke mekanisme proof-of-stake yang lebih ramah lingkungan. 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai